Begini Cara Membersihakn Rumah Setelah Kebanjiran

Begini Cara Membersihakn Rumah Setelah Kebanjiran – Membersihkan rumah menjadi proses panjang dan keras yang harus dilalui para korban banjir. Ini dia cara membersihkan rumah pasca banjir. Banjir mulai melanda banyak kawasan di Indonesia. Jika dulunya banjir identik dengan Jakarta, kini bencana ini kian merambah banyak kawasan di Indonesia. Pembangunan gedung dan perumahan yang tidak terencana, ditambah lagi dengan drainase kota yang dibuat asalasalan, menjadi sumber utama banjir melanda banyak kawasan. Selain itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama membuang sampah ke sungai atau selokan, masih dibilang minim. Permasalahan yang kompleks ini, tak ayal membuat banyak tempat selalu kebanjiran saat musim hujan tiba.

Banjir jangan jadi sebuah hal yang lumrah. Pemerintah seyogianya mencari jalan keluar akan masalah ini. Begitu pun dengan masyarakat yang harus selalu tanggap dan senantiasa menjaga lingkungan tempat tinggalnya. Karena, banyak kerugian yang diterima akibat rumah terendam banjir, mulai harta benda, ancaman kesehatan, hingga nyawa taruhannya. Seperti kasus terbaru di Medan, Sumatera Utara, Aqila Aldera Ardana seorang bocah balita yang meninggal dunia pada Senin (8/2) karena terseret banjir. Tak hanya itu, Anda yang rumahnya terendam banjir harus dihadapkan pada pekerjaan rumah yang tidak ringan, seperti membersihkan sisa-sisa lumpur dan sampah. Membersihkan rumah menjadi proses panjang dan keras yang harus dilalui para korban banjir. Lantas, bagaimana cara terbaik membersihkan rumah pasca terkena banjir? Ini dia 3 hal yang biasanya menjadi prioritas di dalam rumah yang harus dibersihkan pasca banjir.

FURNITUR

Beda bahan material, beda pula penanganan. Ini dia cara menangani furnitur sesuai dengan materialnya. Furnitur dengan bahan kayu solid dan plastik cukup dibersihkan dengan lap yang sedikit basah, lalu keringkan. Ingat, jangan menjemur di tempat yang terkena cahaya matahari langsung karena berpotensi memudarkan warna. Furnitur berbahan kayu olahan, seperti multipleks, MDF, teak block, dll, termasuk material yang rentan rusak jika terendam air. Saat air surut, Anda harus segera mengelap furnitur dari kotoran yang menempel, lalu keringkan dengan lap berbahan halus. Setelah itu, jemur di tempat yang tidak terkena matahari langsung dan berangin. Selama proses pengeringan, cek kondisi furnitur. Biasanya, jika furnitur lebih dari 1 hari terendam, material ini ada kemungkinan rusak. Jika rusak, sebaiknya Anda membuangnya saja. Untuk furnitur berbahan kain, cek kondisinya terlebih dahulu apakah masih layak untuk digunakan kembali atau tidak.

Jika hanya tergenang sebagian atau masih layak, bersihkan dengan larutan air yang dicampur sabun cair atau sampo. Gunakan sikat lembut untuk menggosok dan jangan lupa periksa lipatan sofa yang terkadang dimasuki kotoran atau lumpur. Bisa juga menggunakan vacuum cleaner untuk menyedot kotoran dan air. Jika sudah bersih, jemur hingga kering. DINDING Dinding yang lembap dan basah berpotensi jadi tempat berkembang biak jamur dan lumut. Untuk itu, bersihkan

CATATAN: Jika masih memungkinkan dibersihkan dan dipakai kembali, furnitur dapat dipertahankan. Jika kondisi barangnya sudah tidak layak, sebaiknya Anda harus merelakan barang tersebut untuk dibuang. Memaksakan furnitur yang tidak layak dan menyimpannya, sama saja Anda menaruh barang rongsokan di rumah. Tak hanya mempersempit ruang, barang yang tidak layak dan sudah terendam banjir berpotensi menjadi sarang berkembang biak jamur yang tidak baik untuk kesehatan Anda dan keluarga.

LANTAI

Banjir selalu membawa lumpur dan kotoran yang mengendap di lantai. Untuk Anda yang menggunakan lantai keramik, homogeneous tile, atau granit, lakukan penyiraman dengan air bersih kemudian garuk dengan menggunakan alat pel tipe karet atau busa sampai kotoran bersih. Setelah itu, lakukan pengepelan dengan menggunakan kain pel berserat halus dan cairan antiseptik agar terbebas dari kuman dan bakteri.

Perhatikan juga nat keramiknya, agar semua kotoran yang menempel di nat terangkat. Jika menggunakan lantai kayu, Anda harus segera membersihkannya karena penutup lantai ini rentan rusak. Sebaiknya, kotoran dibersihkan dengan air bersih dan lap pel tipe spons. Jangan digaruk keras, karena akan menyebabkan permukaan kayu lecet. Setelah itu, pel dengan cairan antiseptik, lalu lap dengan kain kering berbahan halus. Setelah permukaan kering, semua jendela idealnya dibuka dan ruangan tetap diangin-anginkan dengan kipas angin agar kayu bagian dalam cepat kering.

DINDING

Dinding yang lembap dan basah berpotensi jadi tempat berkembang biak jamur dan lumut. Untuk itu, bersihkan sisa lumpur yang menempel di dinding dengan spons atau sikat yang telah dicelupkan larutan air dengan antiseptik. Untuk lapisan cat yang mengelupas sebaiknya Anda mengerok atau mengelupas satu permukaan bidang dinding. Setelah dinding kering, lakukan pengecatan ulang.

Alat Elektronik

Pastikan semua alat alat elektronik anda aman dan tidak terendam banjir. Sebelum banjir masuk tentu anda sudah memastikan alat elektronik anda aman bukan ? Begitupula dengan genset. Pastikan juga genset anda masih berfungsi dengan baik. Di jakarta misalnya, meskipun banjir sudah mulai teratasi, namun beberapa titip masih sering terjadi banjir. Oleh karenanya pemerintah juga menyiapkan genset jakarta yang standby di lokasi lokasi rawan banjir. Agar ketika listrik PLN padam, ada backup sumber listrik cadangannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *